BKPM undang Taiwan garap potensi kekayaan laut Indonesia
Merdeka.com - Taipei Economic Trade Office (TETO) menggelar seminar bertajuk 'Prospect Maritime Governance and Cooperation between Indonesia and Taiwan'. Lewat seminar ini, Taiwan coba memaparkan pelbagai investasi yang hendak mereka jangkau di wilayah maritim Indonesia.
Direktur Perencanaan Industri Agribisnis dan Sumber Daya Alam (SDA) Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Hanung Harimba Rachman, mengatakan hubungan baik Taiwan dan Indonesia dalam bidang ekonomi sudah berlangsung lama. Data Bappenas, kata Hanung, memperkirakan ada USD 1,2 triliun sebagai nilai investasi Taiwan di Indonesia ke depannya.
"Besar cukup besar, tapi itu masih potensi jadi itu (bersumber) dari ikan, tambang, laut dalam, dan migas. Lalu logistik, pariwisata, dan banyak lagi," katanya di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Selasa (6/9).
Namun begitu, realisasi investasi Taiwan di Indonesia sejauh ini dalam bidang percetakan kertas, baja industri, semen, hingga logam peralatan elektronik.
Menurut Hanung, Taiwan itu menarik karena kuat di bidang industri. "Menariknya Taiwan itu kuat di industri dan kita kan ingn industrialisasi, jadi cocok," katanya.
Kemuadian Hanung juga memuji Taiwan di bidang teknologi. Apalagi, Hanung berujar, Indonesia juga ingin membangun setidaknya 3.000 kapal perikanan. "Kalau bangun sendiri dalam kapastitas tertenu belum cukup mampu makanya kita invite mereka."
Hanung mengakui, memang saat ini bidang maritim belum banyak, karenanya seminar ini penting untuk membangun sektor itu. "Khususnya bidang logistik dan pengolahan hasil perikanan," terang Hanung.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya