BKPM sebut produsen K-Pop tertarik bangun ekonomi kreatif Indonesia
Merdeka.com - Perusahaan Korea Selatan yang memopulerkan K-Pop hingga mancanegara dinilai tertarik mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia. Mereka mengaku siap bekerja sama dengan industri perfilman nasional.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani dalam siaran pers, Senin (21/12).
"Dalam pertemuan yang kami lakukan mereka mengajukan opsi co-financing dan co-production."
Menurut Franky, skema tersebut telah dilakukan perusahaan Korsel dalam pengembangan industri film di China. Pemerintah China memberikan lisensi kerja sama co-production maksimal 42 persen.
Namun apabila membuat film asing maka skemanya co-financing 22-25 persen.
"Dijelaskan oleh mereka, pemerintah China juga membatasi masuknya film asing ke China yaitu maksimal 56 film dalam 1 tahun."
Selain itu, perusahaan Korsel juga telah memiliki bisni patungan di Vietnam dengan kepemilikan saham 51 persen.
"Di Indonesia, mereka telah berbicara dengan beberapa grup media untuk memproduksi film drama dan saat ini sedang dibicarakan mekanisme kerjasamanya apakah co-production atau co-financing," ungkapnya.
Berdasarkan data BKPM, investasi Korsel di Tanah Air mencapai USD 1 miliar dari 1.529 proyek sepanjang Januari-September 2015. Itu merupakan investasi asing tertinggi ke empat setelah Singapura (USD 3,55 miliar dengan 1.999 proyek), Malaysia USD 2,9 miliar dengan 600 proyek), dan Jepang (USD 2,5 miliar dengan 1.318 proyek). (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya