Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BKPM: Perusahan start up Malaysia bakal biayai UKM di Indonesia

BKPM: Perusahan start up Malaysia bakal biayai UKM di Indonesia Pengrajin Batik Betawi. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Malaysia Venture Capital Management Berhad (MAVCAP) mengadakan kerja sama dalam membangun ekonomi digital ASEAN. Nantinya, perusahaan start up tersebut akan berinvestasi di usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Azhar Lubis mengatakan hal ini bisa sebagai alternatif bagi UKM yang mengalami kesulitan dalam peminjaman kredit usaha rakyat (KUR) di bank.

"Kerja sama dalam pembiayaan. Ada beberapa perusahaan domestik yang bisa mereka biayai. Jadi untuk UKM yang mau berkembang kalau ke bank susah. Karena di bank ada agunan tapi start up ini tidak perlu agunan tapi pikiran," kata Azhar di JW Marriott Hotel, Jakarta, Selasa (23/2).

Dia menambahkan, investasi yang diberikan bukan hanya di pembiayaan, namun juga dalam perkembangan teknologi. Untuk itu, dengan adanya revisi daftar negatif investasi, akan memberikan kemudahan bagi perusahaan asing menanamkan modalnya di Indonesia.

Meski begitu, Azhar sendiri tidak mengetahui berapa total investasi yang akan diberikan. Sebab, hal ini tergantung kebutuhan dari perusahaan yang akan dibiayai oleh perusahaan start up milik Malaysia tersebut.

"Mudah-mudahan akan banyak perusahan start up capital yang bisa bantu. Jadi mereka bisa masuk nanti bisa juga mereka sebagai pemegang saham," pungkas dia. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP