BKPM: Perusahaan Singapura investasi Rp 2 T bangun jaringan optik
Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan perusahaan telekomunikasi dari Singapura berminat untuk tanamkan modalnya sebesar USD 150 juta atau setara Rp 2 triliun. Perusahaan tersebut berencana membangun penyediaan jalur komunikasi terintegrasi di Jakarta dan Surabaya.
"Perusahaan tertarik untuk membangun jaringan fiber optik di Surabaya dan Jakarta. Kantor perwakilan BKPM di Singapura yang melakukan identifikasi minat investasi ini, minat ini akan dikawal sehingga dapat segera direalisasikan," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (5/12).
Menurut Franky, BKPM optimis ke depan minat investasi dari Singapura akan terus meningkat. Perusahaan Singapura tersebut juga berencana mengembangkan jaringan di Pulau Jawa, sehingga dapat menginterkoneksikan keseluruhan pulau Jawa.
Investor di sektor telekomunikasi tersebut rencananya akan membentuk dua perusahaan di Indonesia untuk menangani keseluruhan proyeknya. Investor ini berasal dari perusahaan dengan pengalaman 20 tahun dalam investasi, konstruksi, operasi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
"Jadi mereka hanya berperan sebagai jasa penyedia dan operasi infrastruktur telekomunikasi yang netral perusahaan hanya mengoperasikan infrastruktur jaringan telekomunikasi tanpa adanya afiliasi dengan penyedia jasa telekomunikasi lainnya," jelas dia.
Perusahaan juga telah memiliki aktifitas usaha di Kamboja dan Myanmar dimana perusahaan telah memiliki dan mengoperasikan infrastruktur telekomunikasi pasif di antaranya 8.600 kilometer jaringan serat optik terpasang di Kamboja dan 5.000 km di Myanmar.
Investor tersebut mengaku mendapatkan penundaan pajak hingga 9 tahun. Franky pun sesumbar Indonesia dapat memberikan penundaan pajak hingga 15 sampai 20 tahun dengan persyaratan tertentu.
Singapura merupakan salah satu sumber FDI terbesar di Indonesia. Dari catatan BKPM, sejak tahun 2010 hingga kuartal ketiga tahun 2015, FDI dari Singapura mencapai hampir US$ 30 miliar yang terdiri dari 6.868 proyek. Jumlah tersebut merupakan kontribusi dari beberapa sektor di antaranya sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, pertanian dan perkebunan, pertambangan, industri makanan, industri mineral dan bukan metal, serta ketenagalistrikan, gas dan air.
Dari data yang dirilis BKPM periode Januari-September 2015, Singapura merupakan negara dengan peringkat teratas dengan nilai investasi mencapai USD 3,5 miliar, kemudian disusul dengan Malaysia USD 2,9 miliar, Jepang USD 2,5 miliar, setelah itu Korea Selatan USD 1,0 miliar dan Belanda USD 0,9 miliar.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya