Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BKPM: Investasi Eropa di RI capai Rp 177 T, mayoritas masih di Jawa

BKPM: Investasi Eropa di RI capai Rp 177 T, mayoritas masih di Jawa Thomas Lembong. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, nilai investasi Eropa di Indonesia mencapai USD 13,3 miliar atau sekitar Rp 177,7 triliun (kurs hari ini) dalam lima tahun terakhir. Kepala BKPM, Thomas Lembong mengakui bahwa nilai investasi dari Eropa tersebut mayoritas masih terpusat di Pulau Jawa.

"Dalam lima tahun terakhir investasi Eropa yang masuk ke Indonesia 46 persen berlokasi di Pulau Jawa," kata Thomas dalam acara Eurocham Investment Outlook 2017 di BKPM, Jakarta, Kamis (2/2).

Thom Lembong berharap, di tahun 2017 para investor Eropa tidak lagi terfokus di Jawa melainkan di luar Jawa agar pemerataan dapat tercapai. "Sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam ratas 2017, arah pemerintah jelas mendorong pemerataan pembangunan. Jadi BKPM akan mengarahkan investasi yang dilakukan juga dapat menjangkau daerah-daerah investasi di luar Pulau Jawa," ujarnya.

Menurut Thomas, beberapa perusahaan Eropa ternama yang menanamkan modalnya di Indonesia di antaranya berasal dari sektor otomotif, telekomunikasi, energi dan mineral, aviasi serta komponen otomotif. "Ke depan kami berharap akan semakin banyak perusahaan-perusahaan raksasa Eropa yang masuk ke Indonesia. Kalau bisa di luar Pulau Jawa lebih bagus," paparnya.

Berdasarkan sektor, nilai investasi yang masuk dari Eropa pada tahun 2012-2016 tersebut disumbang oleh sektor kimia dasar dan farmasi dengan porsi mencapai 26 persen, diikuti oleh sektor pertambangan 20 persen dan pergudangan dan telekomunikasi mencapai 15 persen.

Namun begitu, ada beberapa tantangan yang dihadapi tahun ini seperti pemerintahan Donald Trump, Brexit, pemilihan umum yang terjadi di beberapa negara Eropa, impeachment di Korea Selatan, perlambatan ekonomi China serta harga komoditas masih menjadi variabel yang sangat berpengaruh.

"Ada beberapa sektor prioritas yang menjadi fokus pemerintah seperti pembangunan sarana penunjang bagi pariwisata, serta infrastruktur maupun sektor industri terkait dan sektor maritim," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP