Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bisnis kopra primadona ekspor

Bisnis kopra primadona ekspor pabrik kopra. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Bisnis pengolahan kelapa tampaknya sangat menjanjikan, setidaknya bagi pemuda asal Makassar, Haqqul Bashar.

Menurutnya, bisnis pengolahan kelapa bukan bisnis musiman. Selain itu, lokasi tempat tinggal Haqqul sangat berlimpah bahan baku kelapa.

"Ini bukan bisnis datang dan pergi. Karena dari dulu sudah di kenal tree of live alias pohon kelapa semuanya bermanfaat. Dekat dari sumbernya. Di Sulawesi banyak kan," tutur Haqqul, saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (20/2).

Haqqul mengatakan, kebutuhan pasar terhadap pasokan kopra masih sangat tinggi, pun arang kelapa. Dengan demikian, dirinya tidak terlalu sulit mendapatkan pembeli. Selain itu, Haqqul juga memanfaatkan jaringan bisnis pengolahan kelapa.

"Nggak ada promo karena kebutuhan tinggi," ucap Haqqul.

Haqqul memaparkan, daging buah kelapa setelah diolah menjadi kopra akan dikirim ke dua tempat. Untuk kopra asalan akan dikirim ke pabrik minyak kelapa di Makassar, sementara kopra putih akan dikirim ke India melalui eksportir.

Sedangkan tempurung kelapa akan dijadikan arang batok kelapa yang kemudian dijual ke produsen briket dan karbon aktif. "Briket untuk sisha dan barbeque. Kalau karbon aktif untuk pembersih air dan buat tambang emas. Kita punya bentuk sendiri, kadang kubus untuk sisha, hexagonal dan bulat buat barbeque," ucap Haqqul.

Arang produksi Haqqul sudah menjangkau beberapa kota di Indonesia yakni Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta.

Haqqul mengaku sedang membidik potensi ekspor langsung. Untuk bisa melakukan kontrak ekspor langsung, Haqqul harus menggenjot kapasitas produksinya hingga 100 ton per bulan.

"Sekarang 15 ton karena baru buat oven. Baru running sebulan lebih," ucap Haqqul.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP