Bisikan Arcandra ke Luhut: Biaya pengembangan Blok Masela bisa turun
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo secara resmi telah memutuskan pengembangan fasilitas Liquefied Natural Gas (LNG) Blok Masela, Maluku melalui skema darat (onshore). Plan of Development (PoD) atau rencana pengembangan oleh Inpex Corporation ditargetkan akan dimulai pada akhir 2018 mendatang.
Plt. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, biaya pengembangan Blok Masela ke depannya bisa ditekan. Setidaknya, nilai investasi yang dibutuhkan hanya sebesar USD 15 miliar atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya USD 19,3 miliar.
Hitungan penurunan biaya ini didapat Luhut dan mantan Menteri ESDM, Arcandra Tahar.
"Kemarin diperhitungkan sekitar USD 15 miliar. Kira-kira begitu, nanti mau lihat detail dari struktur cost-nya karena itu yang dilaporkan Pak Arcandra ke saya," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (16/8).
Blok kaya gas di Laut Arafura, Maluku ini diharapkan dapat berjalan dan berproduksi secepatnya. Selain mengefisiensikan biaya pembangunan Blok Masela, Luhut juga telah membahas soal penghematan harga avtur yang masih tinggi di Indonesia.
"Misalnya avtur kenapa kita lebih mahal hampir 30 persen dengan Singapura, padahal Singapura tidak memproduksi avtur. Kita memproduksi avtur," ucap Luhut.
Sebelumnya, Menteri ESDM Arcandra mengatakan akan ada penurunan belanja modal yang sangat signifikan melalui skema pengembangan di darat.
"Bisa lebih murah," katanya seusai menghadiri rapat koordinasi mengenai harga gas untuk industri di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (15/8).
Arcandra mengetahui penurunan belanja modal itu setelah mempelajari data yang diperolehnya dalam pertemuan dengan Inpex Corporation pada pekan lalu. Namun saat itu dia belum mau menyebutkan besaran penurunan nilai investasi pengembangan Blok Masela.
Jika mengacu kepada proposal rencana pengembangan (PoD) Lapangan Abadi, Blok Masela, yang telah diajukan Inpex kepada SKK Migas pada September tahun lalu, pengembangan Blok Masela dengan skema offshore atau kepal terapung membutuhkan investasi sebesar USD 14,3 miliar.
Sedangkan dengan skema onshore atau pembangunan pipa di darat yaitu di Pulau Tanimbar atau Selaru dibutuhkan biaya sebesar USD 19,8 miliar. Sementara jika dibangun lokasinya di Pulau Aru dengan jarak 600 kilometer maka dibutuhkan USD 22,3 miliar.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya