Bisa prediksi cuaca, bos SKK Migas yakin target lifting tercapai
Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menandatangani Nota kesepahaman dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Banyak data dari BMKG yang bisa dimanfaatkan oleh SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mendukung kegiatan hulu migas seperti, lifting, pengeboran, produksi, dan operasi atau proyek lain khususnya di lepas pantai.
Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi optimis dengan bantuan data dari BMKG, proyek-proyek hulu migas akan lebih baik lagi. Terutama jadwal lifting migas dapat menjadi lebih efektif.
"Dengan info ini kita jadi dapat gambaran cuaca seperti apa. Terus kita bersiap-siap," ungkapnya di Kantor SKK Migas, Rabu (31/5).
Diketahui dengan menggunakan data prakiraan cuaca BMKG, keadaan cuaca dapat dilihat pada tiga hari sebelumnya. Ini menurut Amien sangat membantu dalam penyusunan jadwal lifting.
"Kan tadi kata merujuk ke Pak Andi (Kepala BMKG), bisa diprediksi tiga hari sebelumnya, kita bisa prediksi, sehingga dengan begitu kita bisa buat jadwal. Mungkin yang akan dilakukan adalah mengatur schedule liftingnya, bisa tiga hari sebelum cuaca jelek itu kita sudah bisa ngatur," tambahnya.
Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman mengatakan, keakuratan data cuaca amat penting dalam proyek hulu migas. Dia berharap dengan data dari BMKG efisiensi cost recovery dapat ditingkatkan.
"Ini penting karena keakuratan. Jadi Kita nggak mau dengar tiba-tiba cost jadi tinggi karena cuaca, padahal kita bisa presdiksi," tegas Fatar.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya