BII incar dana Rp 1,5 triliun melalui penawaran saham terbatas
Merdeka.com - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) menyetujui untuk melakukan penawaran umum terbatas (right issue) kepada para pemegang saham. Right issue ini sebagai upaya untuk meningkatkan modal inti sekitar Rp 1,5 triliun.
Presiden Direktur BNII, Dato Khairulsaleh Ramli, mengatakan penawaran umum terbatas IV akan menerbitkan 4,69 miliar saham baru dengan rasio satu saham baru seri D bagi setiap pemegang 12 lembar saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham BNII.
"Dengan nominal Rp 22,50 dan harga penawaran Rp 320 per saham," ujarnya saat konferensi pers BNII di Sentral Senayan, Jakarta, Kamis (27/6).
Menurutnya, dengan tambahan modal inti, secara keseluruhan kapital rasio akan meningkat menjadi 15,08 persen dari 13,34 persen dengan melihat posisi Maret 2013.
"Dari proses standby buyer pemegang saham tidak akan menjadi standby buyer. Standby buyer akan dilakukan PT kita BII Sekuritas," jelas dia.
Peningkatan modal ini akan mendukung pertumbuhan aset secara berkelanjutan dan memperkuat modal perseroan. "Bagi kami yang memiliki pertumbuhan jangka panjang BII, perseroan optimis dengan potensi BII dengan melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu," ungkapnya.
Sebagai informasi, BII merupakan bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Maybank. Maybank sendiri merupakan bank asal Malaysia.
Per 31 Maret 2013, total simpanan nasabah sebesar Rp 89,3 triliun dan total aset Rp 118,3 triliun.
Berkaitan dengan ini, pada 19 Juni 2013, Maybank melalui MOCS telah menjual 5,06 miliar kepemilikan sahamnya di BII, mewakili sekitar 9 persen dari total modal saham yang diterbitkan dan disetor BII. Dengan selesainya penjualan, saham BII yang beredar di publik telah meningkat dari 2,7 persen menjadi 11,7 persen.
"Ini merupakan upaya Maybank agar saham menjadi lukuid serta untuk memenuhi kewajiban sell down dari OJK," tutup dia. (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya