Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Biasa bicara tegas, ini alasan Sri Mulyani bungkam bahas Freeport

Biasa bicara tegas, ini alasan Sri Mulyani bungkam bahas Freeport Rilis barang bukti 1,2 juta ekstasi. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani identik dengan pernyataan tegas terkait dengan pemikiran-pemikirannya. Seperti saat membahas mengenai pajak dan utang baru-baru ini.

Namun, Sri Mulyani berbeda kemarin. Dia bungkam usai menjalani rapat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membahas nasib Freeport di Indonesia.

Atas sikapnya ini, Menteri Sri Mulyani menjelaskan alasannya. "Untuk masalah Freeport, saya sampaikan, seperti yang disampaikan Pak Jonan berkali-kali, ada 4 item yang terus sedang kita final kan. Jadi karena sedang di dalam proses formulasi pemerintah maka saya belum bisa menyampaikan. Karena nanti kalau kita lagi formulasi (lalu) kalimatnya berbeda, formulasinya mungkin ada modifikasi. Nanti jadi tidak kredibel dari proses negosiasi ini," jelasnya di gedung Marie Muhammad Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (11/8).

Menkeu Sri mengungkapkan 4 hal yang tengah difinalkan yaitu perihal perpanjangan operasi, smelter, masalah penerimaan negara, dan kepastian investasi serta divestasi.

"Jadi saya mohon maaf bukan menteri keuangan tidak mau menyapa wartawan kemarin setelah 2 jam menunggu, tapi karena memang sebagian kami harus melakukan formulasi sehingga kita tidak setiap saat mengatakan," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Kamis (10/8) lalu melakukan pertemuan tertutup untuk membahas PT Freeport di Kementerian ESDM. Namun sayang, setelah pertemuan itu Sri Mulyani dan Jonan enggan membeberkan hasil pembahasannya kepada wartawan. Padahal para wartawan telah menunggu dua jam untuk mengetahui hasil rapat tersebut.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP