BI yakin daya beli masyarakat terus naik seiring turunnya suku bunga acuan
Merdeka.com - Bank Indonesia memprediksi daya beli masyarakat akan terus naik hingga akhir tahun ini. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin dari 4,75 persen menjadi 4,50 persen menjadi salah satu pendukung kenaikan daya beli masyarakat tersebut.
"Dengan kita menurunkan suku bunga, itu juga berpengaruh positif ke konsumsi masyarakat. Jadi seharusnya, konsumsi akan membaik di semester II-2017 ini," ujar Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dodi Budi Waluyo di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Minggu (27/8) malam.
Dodi mengatakan, daya beli masyarakat juga didukung oleh sektor fiskal yang akan melakukan ekspansi, sehingga belanja dan konsumsi akan besar. "Itu berarti positif kepada daya beli," katanya.
Melihat peran kedua hal tersebut terhadap peningkatan daya beli, Bank Indonesia yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester ke II lebih baik dibandingkan semester I-2017. Pertumbuhan ekonomi diprediksi dapat mencapai 5,1 persen secara year on year.
"Oleh karena itu kita agak yakin semester II pertumbuhan ekonominya lebih baik dari semester I. Keseluruhan tahunnya 5,1 persen," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya