BI waspadai dampak El Nino pada laju inflasi RI
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) memprediksi musim panas berkepanjangan atau El Nino bakal mengganggu inflasi dalam negeri. Pasalnya, kedatangan El Nino bakal mengganggu masa tanam, akibatnya harga pangan meningkat.
"El Nino kemungkinan bisa menggeser masa tanam," kata Deputi Direktur Grup Divisi Asesmen Ekonomi Regional BI Kiki Nindya Asih di Jakarta, Selasa (7/7).
Tidak hanya El Nino, kata Kiki, harga barang diatur pemerintah atau komponen administered price juga mempengaruhi inflasi. Salah satunya harga elpiji 3 Kilogram (Kg).
Apalagi banyak elpiji 3 Kg yang beredar justru dimanfaatkan masyarakat tergolong mampu sehingga bakal menimbulkan kelangkaan. "Karena memang disparitas sedemikian tingginya. Lalu yang tidak sepatutnya konsumsi, mengonsumsi elpiji (3 Kg)," ujarnya.
Bank sentral juga mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia. Sebab, belakangan ini harga minyak dunia perlahan merangkak naik dan mengganggu stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.
"Mau tidak mau domestik menyesuaikan. Kita mesti punya cadangan," terangnya.
BI memprediksi laju inflasi masih sesuai target pada level 4 plus minus 1 persen di tahun ini. Untuk itu, pihaknya optimistis target inflasi tercapai. Ini juga didukung dengan inflasi saat dimulai Ramadan berada di kisaran 0,54 persen. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya