BI: Warga Manado menangis jika makan tanpa cabai
Merdeka.com - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Manado Peter Jacobs mengatakan mahalnya komoditas sayuran terutama harga cabai rawit tidak menurunkan daya beli warga Manado, Sulawesi Utara. Maklum saja, mayoritas warga di sana menyukai rasa pedas.
"Mereka tetap beli walau harganya naik. Kalau cabai kena mata, orang Manado tidak akan menangis. Tapi kalau makan tanpa cabai, itu mereka malah nangis," katanya menggambarkan betapa pentingnya kehadiran cabai bagi warga Manado.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi di salah satu kota di Sulawesi tersebut menjadi salah satu yang tertinggi pada Oktober 2015. Di mana, tingkat inflasi mencapai 1,49 persen.
Peter mengatakan tingginya inflasi disebabkan mahalnya harga sejumlah komoditas sayuran. "Memang satu-satunya kota di Sulawesi yang inflasinya tinggi hanya di Manado. Ini karena tingginya harga tomat sayur, cabai dan daun bawang," ujar Peter di rumah dinasnya, Manado, Minggu (8/11).
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya