Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BI usul bikin peradilan niaga syariah

BI usul bikin peradilan niaga syariah Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pertumbuhan bisnis dan bank syariah di Tanah Air, perlu diantisipasi munculnya sengketa dalam bisnis syariah dengan cara membawanya ke peradilan niaga syariah. Selama ini, penyelesaian bisnis yang mencakup sistem syariah dilakukan dengan pendekatan melalui peradilan agama.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat Banten Dian Edian Ray mengatakan kehadiran badan peradilan niaga syariah sangat penting. Peradilan agama saat ini banyak mengurusi bidang perkawinan, kasus perceraian dan fatwa yang berkaitan dengan hak waris. "Untuk bidang niaga syariah butuh penanganan dengan keahlian tersendiri," katanya seperti dilansir antara, Minggu (22/6).

Kasus yang mencuat dalam bisnis syariah, lanjut dia,  lebih banyak diselesaikan melalui cara arbitrase, yaitu dengan pendekatan prinsip-prinsip hukum terhadap suatu sengketa dalam batas-batas yang telah disetujui sebelumnya oleh para pihak bersengketa. Para pihak bersengketa sepakat menyelesaikan persoalan atas dasar menghormati hukum.

"Tetapi kasus yang terjadi itu, terjadi di bawah angka Rp500 juta. Ke depan, jika terjadi sengketa dengan melibatkan nilai uang lebih besar lagi tentu perlu melalui peradilan yang berkompeten," ujarnya.

Selain itu,  kata Dian, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang perbankan syariah mengalami kenaikan. Kemampuan individu di bidang sistem syariah harus di atas kemampuan para pengelola bank konvensional.

"Seseorang yang menekuni bidang syariah bukan sekedar menguasai bidang akuntan atau perhitungan bidang keuangan dengan cermat semata, tetapi hukum-hukum dan prinsip syariahnya pun harus dikuasai."

Dia menegaskan bisnis syariah tidak lepas dari penipuan, seperti dalam beberapa kasus gadai emas. Hadirnya lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat membantu pengawasan perbankan syariah ke depan.

"Masyarakat tidak tergiur di bidang bisnis syariah tanpa mempelajarinya. Pahami dengan mendalam sistemnya, jangan tergiur dengan simbol-simbol yang mengetengahkan label atau pun simbol agama," katanya.  (mdk/arr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP