BI: Tak ada kenaikan BBM, inflasi tahun ini tetap melonjak
Merdeka.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti premium Rp 2.000 dan solar Rp 1.000 membuat inflasi melonjak tajam hingga mencapai 7,2-7,7 persen di akhir tahun ini.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan apabila tidak ada kebijakan kenaikan harga BBM, inflasi tetap dapat mencapai 5,5 persen. Inflasi tersebut di atas target pemerintah dalam APBN 2013 yaitu 4,9 persen.
"Perkembangan harga pangan juga dorong ekspektasi inflasi. Ini juga terkait rencana kenaikan BBM. Inflasi pada akhir 2013 akan berada batas atas 4,5 plus minus 1 persen. Kalau tak ada kebijakan BBM capai 5,5 persen," ujar Perry dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5).
Apabila ada kenaikan harga BBM maka inflasi bisa mencapai 7,2-7,7 persen. Ini yang membuat pemerintah melakukan perubahan dalam RAPBPN 2013 pada asumsi inflasi mencapai 7,2 persen.
"Kalau ada BBM, inflasi capai 7,2-7,7 persen. BI terus waspadai berbagai faktor perekonomian dan sesuaikan langkah-langkah sesuai respon kebijakan," tegas dia.
Menurut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk kebijakan-kebijakan akibat kenaikan harga BBM subsidi sehingga beban masyarakat tidak terlalu berat.
"Kami optimalkan bauran kebijakan. Kami tak ada korbankan semua kebijakan ke suku bunga, agar beban masyarakat tak terlalu berat. BI juga akan koordinasi dengan pemerintah," pungkas dia. (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya