BI Tahan Suku Bunga Acuan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp14.302 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar atau kurs Rupiah ditutup menguat tipis di level Rp14.302 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.311 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat direntang Rp14.280 hingga Rp14.320 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, keyakinan bahwa Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga cukup kuat apalagi didorong fakta bahwa inflasi Indonesia masih terkendali meskipun mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir.
"Pada Februari 2022, Indonesia mencatatkan inflasi tahunan (YoY) sebesar 2,06 persen, lebih rendah dibandingkan Januari (2,18 persen)," kata Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Kamis (17/3).
Sebagai catatan terpenting, bahwa Indonesia tidak pernah mencatat inflasi tahunan di atas 2 persen sejak Mei 2020. BI sendiri menargetkan inflasi bergerak di 3,0 persen plus minus 1 persen pada tahun ini. BI tidak akan menaikkan suku bunga selama inflasi belum melonjak.
"Dengan catatan tersebut, BI siang ini memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan alias BI 7 days reverse repo rate dalam Rapat Dewan Gubernur BI Maret 2021 di level 3,50 persen," jelasnya.
Secara bersamaan BI merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. Penyebabnya adalah perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan harga komoditas naik tajam. Baik itu migas, pertambangan, hingga pangan.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang semula diperkirakan mencapai 4,4 persen (untuk 2022), pada assesment terkini bisa turun menjadi 4,3 persen. Bahkan kalau terus berlanjut bisa menjadi 3,8 persen. Lagi-lagi tergantung sampai berapa lama eskalasi ini berlanjut.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya