BI rajin ketemu OJK, LPS dan Kemenkeu pantau ekonomi nasional
Merdeka.com - Berkali-kali pemerintah dan Bank Indonesia tidak khawatir dengan laju ekonomi nasional yang lesu dan bergerak lambat. Sepanjang kuartal I 2015 saja, ekonomi nasional hanya tumbuh 4,71 persen, jauh di bawah target yang ditetapkan sebesar 5,1 persen sepanjang tahun ini.
Meski disebut belum mengkhawatirkan, Bank Indonesia tetap rajin menggelar pertemuan dengan pemerintah (Kemenkeu dan Kemenko Perekonomian), dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Erwin Riyanto yang baru saja dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menuturkan, koordinasi antar lembaga ini penting dilakukan tiap bulan untuk memantau kondisi perekonomian secara lebih mendalam.
"Konkretnya kami dengan OJK. Ada forum pimpinan makro, mikro, level teknis. Level pimpinan sebulan sekali. Lebih tinggi dari pimpinan, tiga bulan sekali. Bukan hanya OJK saja, tapi juga perlu forum yang lebih tinggi, otoritas lain, Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS)," jelasnya di Sekretariat Mahmakah Agung, Rabu (17/6).
Dia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah juga punya peran penting untuk memantau pergerakan inflasi. Bank sentral bertugas menjaga agar inflasi tidak melonjak tinggi. Caranya dengan menjaga rantai pasokan komoditas pokok masyarakat.
Untuk pengawasan di daerah, Bank Indonesia akan berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin langsung bupati dan wali kota.
"Dengan kantor regional kami koordinasi. Dengan pemerintah kaitannya distribusi akan kerja sama. Kami harapkan bisa terkendali," tutup Erwin. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya