Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BI prediksi suku bunga The Fed naik hingga 3,25 persen

BI prediksi suku bunga The Fed naik hingga 3,25 persen Mirza Adityaswara di Indonesia Investment Day. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, memprediksi bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan sampai 3,25 persen hingga 2019. Untuk diketahui, suku bunga The Fed saat ini berada pada angka 2 persen.

"Di dalam proyeksi kami di Bank Indonesia, kami perkirakan bahwa suku bunga Amerika Serikat 2019 akan naik sampai 3,25 persen. Jadi 2,0 persen sekarang masih akan naik sampai 3,25 persen," ujarnya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (13/9).

Mirza menjelaskan, pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat sebenarnya sudah direncanakan sejak 2013. Di mana, pada 2013, Amerika Serikat memberikan aba-aba akan mulai melakukan pengetatan dan mulai 2013 pasar keuangan terutama emerging market mengalami volatility yang cukup tinggi.

"Suku bunga Amerika Serikat mulai naik di 2015 akhir. Sedangkan, pengetatan likuiditasnya dimulai 2014, jadi ada dua hal terjadi sekaligus dari Federal Reserve likuiditasnya berkurang dan suku bunganya naik," jelasnya.

Hingga kini, kenaikan suku bunga Amerika Serikat telah direspon oleh berbagai negara termasuk oleh Bank Indonesia. Sejak bulan Mei, Bank Indonesia sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 1,25 persen.

"Dengan adanya prediksi kenaikan suku bunga Amerika Serikat tersebut, kemungkinan kita akan menyesuaikan. Masih ada sekitar 1,25 persen lagi suku bunga akan meningkat," jelasnya.

Mirza menambahkan, saat ini pasar keuangan menghadapi tiga tantangan sekaligus. Pertama, kenaikan suku bunga The Fed. Kedua, pengurangan likuiditas The Fed yang masih akan terus berlanjut. Ketiga rencana kenaikan suku bunga bank sentral Eropa.

"Memang satu adalah suku bunga Amerika Serikat. Kedua terkait pengurangan likuiditas Fed masih akan terus berlanjut. Ketiga adalah kita semua menunggu bagaimana sinyal europian central bank kapan mereka akan mengurangi likuiditas pasar, dan kita memperkirakan Eropa menaikkan suku bunga di semester-II 2019," jelasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP