BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2019 Cuma 5,1 Persen, Ini Pemicunya
Merdeka.com - Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi 2019 tak jauh dari tahun ini, yaitu sebesar 5,1 persen. Pertumbuhan ekonomi Tanah Air masih dipengaruhi perang dagang Amerika Serikat dan China.
Proyeksi dari bank sentral ini masih berada di bawah target pemerintah yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 5,3 persen.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo menyebutkan, ada beberapa indikator yang mendukung penilaian tersebut. Pertama, pengetatan kebijakan moneter yang dilakukan Pemerintah RI.
"Kebijakan moneter ketat memang berdampak kepada perekonomian. Itu kenapa kita lihat pertumbuhan ekonomi masih akan di bawah ekspetasi sebelumnya," ungkap dia di Jakarta, Rabu (21/11).
Indikator kedua yaitu perang dagang AS-China yang turut menyebabkan pertumbuhan ekonomi berbagai negara di penjuru dunia tertahan. "Karena memang seluruh dunia, kecuali Amerika, mengalami perlambatan ekonomi. Bahkan China untuk pertama kalinya mencatatkan current account deficit (defisit transaksi berjalan) dalam 20 tahun terakhir, yang menurun ke bawah," urainya.
Hal senada dilontarkan Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal, yang menganggap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 nanti akan berada di kisaran 5,1-5,2 persen.
Dia memandang, negara besar seperti Amerika Serikat dan China pun pada tahun besok bakal ikut merasakan pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat.
"Hampir semua negara pada 2019 nanti mengalami perlambatan. Amerika sendiri diprediksi akan melambat dari 2,9 persen menjadi 2,5 persen. Bukan hanya Amerika saja, tapi juga negara-negara di Eropa dan China," ujar dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya