Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BI khawatir surplus neraca perdagangan kuartal I hanya sementara

BI khawatir surplus neraca perdagangan kuartal I hanya sementara Ilustrasi Ekspor Impor. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mewaspadai kinerja ekonomi pada kuartal II dan III mendatang. Sebab, berdasarkan siklus musiman, pada periode tersebut kinerja impor biasanya akan membengkak.

Ini menanggapi data kinerja neraca perdagangan Maret 2014 yang tercatat surplus sebesar USD 673,2 juta.  "Neraca perdagangan pada Februari dan Maret surplus. Namun, yang harus kita waspadai adalah kuartal II dan III karena aktivitas ekonomi di kuartal I sustain-nya itu biasanya lebih rendah dari kuartal II dan III," ujar Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di Gedung BI, Jakarta.

Menurutnya, apabila tidak ada peningkatan ekpor yang signifikan, maka kondisi itu akan berpotensi membuat defisit neraca perdagangan yang tinggi. "Pada kuartal I biasanya aktivitas ekonomi baru dimulai pada bulan Januari atau Februari, sehingga baru berjalan optimal pada bulan Maret. Pada bulan April, aktivitas ekonomi akan cenderung melaju dan impor pun mulai besar," jelas dia.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan pada Maret 2014 mengalami surplus sebesar USD 673,2 juta. Ini disebabkan ekspor Indonesia yang mencapai USD 15,21 miliar sementara impor sebesar USD 14,54 miliar.

Secara kumulatif Januari-Maret 2014, neraca perdagangan mencetak surplus sebesar USD 1,072 miliar, yang didapat dari ekspor sebesar USD 44,32 miliar, sementara impornya sebesar USD 43,25 miliar.

Namun, untuk neraca perdagangan migas masih mengalami defisit USD 1,363 miliar. Ini  disebabkan perdagangan minyak mentah mengalami defisit sebesar USD 547 juta, perdagangan hasil minyak juga mengalami defisit sebesar USD 2,035 miliar.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP