BI kaji kemungkinan turunkan suku bunga KUR
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) tengah mengkaji kemungkinan menurunkan tingkat suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Khususnya untuk perbankan daerah. Sebab, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menilai suku bunga KUR dinilai terlalu tinggi dan memberatkan.
"KUR untuk mikro sedang dikaji oleh komite kebijakan KUR untuk dipelajari tingkat bunganya, diharapkan dapat disesuaikan bunganya dan terjadi penurunan," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI, Jakarta, Senin (3/3).
Usulan mengkaji ulang besaran suku bunga KUR juga mencuat seiring tingginya tingkat kredit macet atau NPL di perbankan daerah. Untuk itu DPD meminta untuk menurunkan suku bunga KUR menjadi 12-13 persen per tahun dari sebelumnya yang mencapai 22 persen.
"Secara umum NPL 3,7-3,8 persen, masih rendah. Memang ada review ada beberapa bank daerah yang NPL nya di atas 10 persen. Ini perlu diwaspadai supaya tidak menjadi kredit bermasalah," jelas dia.
Agus Marto mengakui, kinerja perbankan dalam hal penyerapan KUR sudah cukup baik dengan total penyaluran kredit mencapai Rp 140 triliun. "KUR masih perlu digenjot agar masyarakat daerah bisa terjangkau akses perbankan. Memang perlu ada sosialisasi yang lebih baik terutama belum terakses ke kredit dan non bankable," ungkapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya