BI: Ekonomi global tumbuh kuat di 2018, tapi harus waspada banyak risiko
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global 2018 akan semakin kuat. Namun demikian, banyak risiko yang harus dicermati.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo mengatakan, peningkatan pertumbuhan ekonomi global bersumber dari perbaikan ekonomi negara maju dan negara berkembang yang terus berlanjut.
"Di negara maju, pertumbuhan ekonomi AS pada 2018 diperkirakan lebih tinggi dan diikuti inflasi yang meningkat. Penguatan ekonomi AS ditopang oleh investasi dan konsumsi yang menguat seiring dampak stimulus fiskal," kata Dody dalam acara konferensi pers RDG, di kantor BI, Kamis (19/4).
Sementara itu, ekonomi Eropa diperkirakan tumbuh lebih baik didukung peningkatan konsumsi dan kebijakan moneter yang akomodatif.
"Di negara berkembang, ekonomi China diperkirakan tetap tumbuh cukup tinggi didorong oleh kenaikan konsumsi, di tengah investasi yang melambat seiring dengan proses rebalancing ekonomi," ujarnya.
Prospek pemulihan ekonomi global yang membaik tersebut dinilai akan meningkatkan volume perdagangan dunia yang berdampak pada tetap kuatnya harga komoditas global, termasuk minyak pada 2018.
"Namun, sejumlah risiko perekonomian global tetap perlu diwaspadai, antara lain berkaitan dengan dampak berlanjutnya proses normalisasi kebijakan moneter AS dalam bentuk kenaikan suku bunga FFR (Fed Fund Rate) dan pengurangan neraca bank sentral, inward oriented trade policy, dan faktor geopolitik khususnya di Timur Tengah yang dapat meningkatkan volatilitas di pasar keuangan serta menurunkan volume perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia."
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya