BI: Ekonomi China membaik, harga komoditas akan terangkat
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) menilai perlambatan ekonomi China sudah mulai mereda sejak 2010 lalu. Hal ini dilihat dari perekonomian China yang tumbuh 6,7 persen pada kuartal III-2016. Ekonomi China lebih stabil dibanding periode sebelumnya yang masih mengalami penurunan.
"Penurunan ekonomi China nampaknya sudah berhenti. Jadi kalau dulu mungkin ada kekhawatiran ekonominya terus turun di bawah 6 persen," ucap Mirza dalam acara diskusi bertema Arah Kebijakan BI 2017, di Jakarta, Kamis (1/12).
Membaiknya perekonomian China akan berpengaruh pada harga komoditas yang saat ini menurun. Naiknya harga komoditas akan menopang perekonomian nasional yang saat ini masih menjadi andalan sebagai sumber pertumbuhan.
"Tapi sekarang ini sudah ada recovery, sehingga harga batubara, karet, CPO, nikel sudah ada perbaikan. Sehingga ekonomi nasional khususnya di daerah-daerah yang mengandalkan harga komoditas bakal membaik," ucapnya.
Saat ini, perekonomian di daerah-daerah seperti Sumatera dan Kalimantan sudah mengalami perbaikan. Pada kuartal III-2016 perekonomian Sumatera tumbuh 3,9 persen dan Kalimantan 2,1 persen atau mengalami perbaikan dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya di 2015 yang tumbuh melemah.
"Sumatera dan Kalimantan sudah recovery dibandingkan 2015. Tapi memang ekonomi Sumatera dan Kalimantan belum kembali seperti di 2012. Tapi dengan adanya perbaikan harga komoditas Sumatera dan Kalimantan sudah recovery," tutup Mirza.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya