BI diprediksi masih naikkan suku bunga hingga 5,75 persen
Merdeka.com - Direktur Riset Center of Reform on Economy (CORE), Piter Abdullah Redjalam memprediksi Bank Indonesia (BI) masih akan naikkan suku bunga hingga 5,75 persen pada 2018.
Menurutnya, hal ini dilakukan untuk merespon perkembangan global dan domestik pada semester II. Tidak hanya itu, kenaikan suku bunga acuan dilakukan untuk mempertahankan interest rate differential sehingga bisa mengurangi tekanan arus modal keluar.
"Saya perkirakan akan menaikkan 2 kali lagi. Saya berharapnya 25 bps semoga belajar dari yang kemarin 50 bps terlalu besar sehingga pada akhir tahun di kisaran 5,75 persen," ungkapnya dalam CORE Mid-year review 2018, Jakarta, Selasa (31/7).
Piter menambahkan, dalam satu semester ke depan, ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China masih akan terus berlangsung. Meskipun ketegangan perdagangan antar AS dan Eropa mereda tetapi ketidakpastian masih membayangi perdagangan global.
"Kekhawatiran atas dampak negatif perang dagang antara AS dan China akan mendorong Investor untuk mengalihkan investasinya ke aset-aset yang lebih aman," jelas Piter.
Di sisi lain, The Fed juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan pada September den Desember 2018. Sehingga tekanan capital outflow masih akan terjadi selama semester II 2018.
Kenaikan suku bunga acuan sebesar 5,75 persen ini, diyakini masih cukup kondusif bagi perbankan. "Dengan asumsi tidak ada pemburukan akibat ketegangan perdagangan antara AS dan mitra dagang utamanya (China dan Eropa)," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya