BI: Baru 22 persen pengusaha UKM bisa akses kredit perbankan
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, baru 22 persen pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia yang memiliki akses kepada pembiayaan atau kredit perbankan.
"Yang tercatat hanya 22 persen, untuk itu BI akan melakukan pengembangan dengan mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM," kata Kepala Departemen Pengembangan UMKM BI, Yunita Resmi Sari saat Bincang Bareng Media (BBM) di Gedung BI, Jakarta, Kamis (25/8).
Meski demikian, bank sentral mencatat ada kenaikan nilai kredit yang disalurkan perbankan kepada pelaku usaha UKM. Pada triwulan II-2016, pengucuran kredit ke sektor UMKM tumbuh 8,3 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2016.
Pangsa kredit UMKM juga meningkat dari 19,5 persen pada triwulan I-2016 menjadi 19,7 persen pada triwulan II-2016, dengan outstanding kredit UMKM tercatat sebesar Rp 827,3 triliun.
"Peningkatan akses keuangan dan pengembangan UMKM BI dilaksanakan dalam rangka mendukung pencapaian mandat BI dalam menjaga stabilitas harga dan stabilitas sistem keuangan," katanya.
Yunita juga mengungkapkan mayoritas dari 22 persen yang mendapat akses kredit sebagian besar dari pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
"Untuk yang berada di timur Indonesia, belum tersentuh secara menyeluruh. Namun, jika dilihat dari segi pertumbuhannya, UMKM di timur Indonesia meningkat cukup signifikan," katanya.
Dirinya mengatakan UMKM memiliki peran yang strategis dalam peningkatan ekonomi. "UMKM mampu menyerap 96,7 persen dari tenaga kerja nasional di mana 87 persen dari tenaga kerja diserap oleh usaha mikro, dengan terus mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan aktivitas ekonomi baru." ungkapnya.
Yunita juga menambahkan, BI akan terus melakukan pembinaan terhadap UMKM dalam bentuk pelatihan. "Nanti kita akan ada pendampingan gimana mengatur keuangan, kita juga akan mengirim desainer untuk mendampingi bara pengrajin kita."
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya