BI akui teknologi dalam mengatur fintech di Indonesia masih tertinggal
Merdeka.com - Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan, kehadiran fintech akan menggantikan posisi bank menjadi aplikasi. Sayangnya, Bank Indonesia sebagai regulator yang menangani industri keuangan ini belum memiliki teknologi yang menunjang.
"Bank akan digantikan oleh platform dan hanya satu yang gunakan blokchain. Dari sisi teknologi, kita masih banyak ketinggalan," kata Erwin, dalam sebuah diskusi fintech, di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (7/8).
Erwin mengakui, menjamurnya Fintech akan menumbuhkan transaksi keuangan digital semakin pesat, sekaligus membawa dampak sistemik pada industri keuangan dan berisiko pada sistem pembayaran. Kondisi ini membuat tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral semakin sulit.
"Ini kurang lebih akan meningkatkan growth. Bayangkan, uang menjadi digital. Maka tugas kami akan menjadi sulit," imbuhnya.
Meski demikian, BI telah melakukan sejumlah langkah antisipasi perkembangan Fintech di Indonesia, dengan mengeluarkan beberapa regulasi. Seperti PBI perlindungan konsumen, transaksi pembayaran, regulatory sandbox dan NPG, sampai dengan uang elektronik.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya