Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BI akan izinkan perbankan beli surat utang perusahaan

BI akan izinkan perbankan beli surat utang perusahaan Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ©2015 merdeka.com/fikri faqih haq

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) akan menerapkan aturan untuk mendorong bank-bank makin terlibat dalam pasar keuangan. Adapun aturan tersebut dinamakan Financing to Funding Ratio (FFR).

Dalam kebijakan ini, nantinya bank-bank tidak hanya akan memberi pinjaman kredit, melainkan juga dapat membeli obligasi korporasi, meski dalam batasan tertentu.

"Itu (FFR) akan memberikan relaksasi pada bank-bank dalam pemberian pembiayaan ekonomi, tidak hanya dalam bentuk kredit bank, tapi juga pembelian sekuritas khususnya obligasi korporasi dengan minimum rate tertentu. Selama ini kan mereka lebih banyak membeli obligasi pemerintah," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (24/8).

Meskipun kebijakan ini sepenuhnya berada dalam otoritas Bank Indonesia, Bank Indonesia akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah dan OJK. Perry yakin aturan ini dapat mempercepat stimulus fiskal dan meningkatkan belanja infrastruktur pemerintah.

"Juga koordinasi dengan OJK untuk mempercepat konsolidasi sehingga bank-bank lebih cepat menurunkan bunga, menyalurkan kredit, juga berperan aktif dalam financing terhadap ekonomi," ujar Perry.

Adapun, Mantan Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) ini menambahkan kebijakan Financing to Funding Ratio direncanakan akan dikeluarkan pada tahun ini. "Tahun ini akan kita keluarkan FFR. Nanti akan kita umumkan, yang sekarang disebut Loan to Funding Ratio akan disebut Financing to Funding Ratio," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP