Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BI: 100 Bank Sentral Dunia Tengah Berjuang Agar Uang Digital Bisa Digunakan

BI: 100 Bank Sentral Dunia Tengah Berjuang Agar Uang Digital Bisa Digunakan Kenalan dengan QRIS, Standarisasi Bayar Non Tunai dari BI yang Praktis dan Aman. ©Shutterstock

Merdeka.com - Direktur Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ryan Rizaldy mengungkap, ada sekitar 100 bank sentral di dunia yang akan mengembangan uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Itu termasuk bank sentral sejumlah negara maju dan berkembang.

Ryan mengungkapkan, pembahasan mengenai desain CBDC ini terus menjadi perhatian bank sentral di setiap negara, termasuk Indonesia. Salah satunya mengenai skema yang paling cocok dalam implementasinya ke depan.

"Kami sedang berjuang, masih mengeksplorasi untuk itu bersama dengan komunitas bank sentral global. Saat ini sudah ada 100 bank sentral yang melakukan eksperimen CBDC, baik di negara maju maupun negara berkembang seperti Indonesia," katanya dalam Taklimat Media, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Selasa (12/7).

Dia mengaku, dalam prosesnya, eksperimen dan pengembangan CBDC memerlukan tahapan yang panjang. Maka dari itu, dia akan menerima semua masukan dari pihak-pihak terkait. "Tahapannya panjang, dalam diskusi kedua tadi, disampaikan bahwa kita akan mulai eksperimentasi (CBDC). Kita berdiskusi dengan stakeholder terkait," katanya.

"Kita akan sangat terbuka (terhadap masukan) dan ada proses uji coba sebagaimana ada yang dilakukan oleh bank sentral dunia, jadi ada squence-nya, dan akan diterapkan bertahap," terangnya.

Rupiah Digital

bi: 100 bank sentral dunia tengah berjuang agar uang digital bisa digunakanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Terkait desain CBDC di Indonesia atau rupiah digital, Ryan mengungkap berusaha mengkaji dari berbagai aspek. Termasuk aspek risiko yang nantinya akan melekat pada sistem tersebut.

"Kita ingin mendesain digital rupiah ini sanggup mendukung ekonomi yang risikonya rendah, dengan pelaksanaan oleh bank sentral," ujarnya.

Dengan demikian, dia mengaku akan berusaha untuk membangun kepercayaan masyarakat terlebih dulu. Serta mendukung agar masyarakat memiliki akses terhadap uang digital tersebut dengan risiko yang rendah. "Hingga menjamin inklusi dan inovasi (keuangan digital)," katanya.

Sebagai informasi, akhir tahun ini, direncanakan indonesia akan merilis white paper mengenai CBDC Indonesia atau mata uang digital Indonesia. Nantinya, akan dijelaskan secara detail mekanisme penggunaan serta aturannya.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP