Bertemu Menko Luhut, bos Pindad diperintahkan tambah produksi amunisi dalam negeri
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan meminta PT Pindad (Persero) untuk mandiri dalam produksi amunisi dan propelan atau bahan pendorong bubuk mesiu.
"Jadi Pak Menko (Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan) maunya dikurangi impor, jadi kemampuan dalam negeri lah yang ditambah," ungkap Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose saat ditemui di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (10/7).
Selain itu, Luhut juga meminta agar produksi amunisi oleh Pindad dapat ditingkatkan. Abraham mengakui bahwa produksi amunisi Pindad saat ini masih rendah.
"Kalau kita sekarang amunisi kan sekitar 197 juta butir per tahun sampai akhir 2019 kita sekitar 300 juta butir per tahun tapi kebutuhan itu kan lebih besar dari itu. Sehingga Pak Menko minta ya coba dibanyakin lagi. Sekitar 300-400 juta butir per tahun, kekurangannya," katanya
Untuk mandiri dan meningkatkan kapasitas produksi, hal yang diperlukan adalah peningkatan investasi dan bahkan pembangunan pabrik baru.
"Kalau Pindad itu apa, saya bilang kan kita harus mandiri di propelan, kemudian mandiri di amunisi. Untuk mandiri di amunisi berarti kita harus nambah kapasitas amunisi kita. Tambah kapasitas amunisi apa yang diperlukan? duit saya bilang, investasi," kata dia.
Dia mengatakan, Menko Luhut sudah meminta Pindad untuk mengajukan proposal terkait investasi penambahan kapasitas produksi tersebut. Meskipun dia enggan menyampaikan secara detail berapa total dana yang dibutuhkan untuk menambah kapasitas produksi.
"Beliau minta segera Pindad memberikan proposal untuk pembangunan penambahan amunisi, kemudian memberikan proposal untuk pembangunan propelan," ujarnya.
"Tadi belum sampai bicara kekurangan dana tapi buatlah proposal untuk kapasitas misalnya 200 juta butir per tahun untuk munisi dan propelan bisa sampai 600 atau 800 ton," tandasnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya