Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bertemu Mendag Lembong, Menteri Susi minta kurangi barang impor

Bertemu Mendag Lembong, Menteri Susi minta kurangi barang impor Susi Pudjiastuti. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Siang ini, Senin (31/8), Menteri Perdagangan, Thomas Lembong bertandang ke kantor Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Jalan Medan Merdeka Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

USai menggelar pertemuan tertutup, Menteri Susi mengaku keduanya saling bertukar pikiran untuk meningkatkan industri perikanan dalam negeri. Ada beberapa hal yang harus diatur ulang.

"Indonesia bisa luar biasa. Hanya saja beberapa tata negara harus diatur kembali, harus di restructuring. Industri perikanan, kebijakan budidaya kita harus bagaimana," kata Susi di KKP, Senin (31/8).

Di tengah gelombang perlambatan ekonomi saat ini sektor industri dan perdagangan harus fokus dan berorientasi pada pasar domestik. Salah satunya dengan harus mengurangi impor dan meningkatkan produksi dalam negeri. Opsi ini harus dijalankan agar perekonomian nasional kembali bergerak.

"Saatnya melihat dalam negeri sebagai suatu potensi yang tinggi. Intinya, persepsi sama, saat dolar naik begini dan kontraksi, saatnya mengurangi impor. Substitusi (barang) impor dengan industri dalam negeri. Mengurangi impor harus substitusi. Apa saja yang bisa dikurangi, semuanya," papar Susi.

Menteri Susi berencana menggiatkan industri sektor kelautan dan perikanan dengan harapan mendorong kinerja ekspor.

"Kalau industri perikanan, salmon kita mau impor diperbanyak tetapi untuk proses ulang, diekspor kembali karena di Uni Eropa kan tenaga kerja mahal," ungkap Susi.

Cara lain, Menteri Susi berjanji memberikan jaring secara cuma-cuma untuk menggairahkan kinerja nelayan. Karena itu pemilik maskapai penerbangan Susi Air ini meminta bantuan Menteri Perdagangan untuk menekan pajak masuk jaring.

"Belanja Rp 300 miliar untuk jaring yang akan dibagikan kepada masyarakat. Minta tolong jaring ini kena bea masuk di atas 20 persen hampir 30 persen. Nilon dikategorikan tekstil yang diproteksi sehingga harga jaring menjadi mahal. Kita tukar pikiran supaya industri dalam negeri bisa tumbuh," tutup Susi. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP