Berkat Pembangunan Akses, Bandara Kertajati Diprediksi Bakal Ramai 1,5 Tahun Lagi
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berencana untuk mengembangkan 13 kota baru di kawasan Cirebon, Patimban dan Kertajati (Rebana). Kehadiran kawasan metropolitan tersebut diharapkan dapat turut mendongkrak arus transportasi di Jawa Barat, termasuk di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, di metropolitan Rebana saat ini telah hadir beberapa akses penyambung. Seperti jalur kereta api di sisi utara dan selatan, hingga jalan Tol Trans Jawa dalam beberapa ruas.
Jika satu ruas tol tambahan dari Bandara Kertajati sepanjang 3,35 km menuju Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) dan Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) selesai dibangun, Kang Emil berharap lapangan udara tersebut dapat menjadi yang paling ramai di Jawa Barat.
"Kita ada Jalan Tol Cipali sudah hadir, kemudian ada Bandara Kertajati menunggu koneksi ke Cisumdawu. Insya Allah dalam 1,5 tahun harusnya bisa menjadi bandara paling sibuk di Jawa Barat," ungkap Ridwan Kamil dalam sesi webinar bersama Liputan6.com, Senin (16/11).
Sebelumnya, Direktur Utama PT BIJB Salahuddin Rafi mengaku, saat ini Bandara Kertajati masih kosong penumpang karena masalah konektivitas yang belum tersambung.
"Penumpang kan biasa menunggu 2-3 jam di bandara sebelum pemberangkatan. Jadi mereka butuh konektivitas. Sementara Tol Cisumdawu saat ini kan belum tersambung. Dengan adanya tol itu nanti akses ke Bandara (Kertajati) bisa 40 menit sampai 1 jam," jelas dia kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.
Strategi Pengelola Bandara Kertajati Bertahan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenindaki kekosongan penumpang tersebut, PT BIJB menggencarkan lini bisnis lain untuk tetap mendapat pemasukan. Salah satunya menyediakan spot foto di public area untuk kepentingan prewedding.
Meski demikian, Salahuddin menyampaikan, bisnis prewedding foto tersebut belum banyak membantu kegiatan usaha perseroan yang mati suri akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan.
"Jadi kalau mau kawin bisa pakai public area kami buat foto-foto. Enggak ramai, tapi ada aja. Makanya diharapkan izin umrah bisa kami dapatkan sih," ujar dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya