Belum banyak pengusaha Indonesia tertarik garap pasar Malaysia
Merdeka.com - Indonesia Malaysia Business Council (IMBC) menilai, inisiasi kerjasama dagang antara Indonesia dan Malaysia bisa semakin memperkuat sisi perekonomian kedua negara. Meski begitu, lembaga tersebut menganggap bahwa inisiatif itu masih lebih dominan dilakukan oleh pelaku usaha dari Malaysia.
Ketua IMBC, Tanri Abeng, mengungkapkan para pengusaha lokal masih kalah dibanding pengusaha dari Negeri Jiran yang telah banyak berinvestasi untuk berbagai sektor di Tanah Air.
"Sekarang ini yang terjadi baru satu, pihak Malaysia berinvestasi di Indonesia lewat sektor perkebunan, properti, infrastruktur, perbankan, dan lain-lain. Sementara kita belum investasi di Malaysia," keluh dia di Jakarta, Jumat (29/6).
Menurutnya, pelaku industri dalam negeri memang banyak yang masih menahan diri lantaran potensi pasar di Indonesia sendiri yang begitu besar. Tapi jika hal tersebut belum coba diupayakan, dia menyatakan sulit untuk menggapai tujuan utama aliansi dagang Indonesia-Malaysia, yakni kompak berinvestasi ke pasar dunia.
Seperti yang diketahui, IMBC ini dibentuk pada 2003 silam di Bali dengan berporos pada tiga tujuan utama. Antara lain, Indonesia berinvestasi di Malaysia, Malaysia berinvestasi di Indonesia, lalu Indonesia-Malaysia sama-sama membangun aliansi berinvestasi di mancanegara.
Pengusaha senior ini berujar, misi ketiga bisa tercapai jika kedua negara bisa menggabungkan kekuatannya masing-masing untuk berekspansi ke pasar internasional.
"Tadi pas ketemu Tun (Mahathir Mohammad, Perdana Menteri Malaysia) dia bilang, kita perkuat dulu pasar kita. Kalau sudah kuat, baru kita keluar. Itu bisa, karena Indonesia pasarnya besar, dan Malaysia punya kekuatan kapital dan kapasitas. Ini yang mesti kita gabung," tukas dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya