Beli smartphone Digicoop buatan koperasi, bisa dapat uang tiap tahun
Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menghadiri peluncuran Smartphone Digicoop (Digital Cooperative) yang diproduksi oleh Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) di kawasan Industri Lippo Cikarang, Bekasi, Jumat.
Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram, Deputi Bidang Restrukturisasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Sakiri, Ketua Umum KDIM Henri Kasyfi, Ketua Umum Mastel Kristiono dan Ketua Umum APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) Jamalul Izza.
Ketua KDIM Henri Kasyfi mengatakan smartphone Digicoop sudah bisa didistribusikan pada masyarakat paling lambat Februari 2017. Menurut Henry, untuk mendapatkan smartphone tersebut, masyarakat cukup mendaftar sebagai anggota KDIM dengan membayar simpanan wajib dan pokok.
"Dengan menjadi anggota KDIM, maka pengguna smartphone ini juga berhak atas SHU (Sisa Hasil Usaha) KDIM tiap tahunnya," ujarnya seperti dikutip Antara, Sabtu (21/1).
Smartphone tersebut dirancang menjadi platform ekonomi digital berbasis kerakyatan karena semua pemasukan digital yang diperoleh akan dikembalikan ke pengguna atau anggota koperasi.
Dari sisi spesifikasi, smartphone 4G LTE besutan Digicoop ini dibekali dengan prosesor Quadcore 1,5 GHz, RAM 1GB, dan memori 8GB. Sementara itu, bentang layarnya 4,7 inci. Digicoop smartphone ini juga dipasang pula kamera depan 2MP dan belakang 5MP. Untuk baterainya, 1.800 mAh.
Smartphone besutan Digicoop sendiri memang tak dijualbelikan secara umum. Hanya khusus untuk anggota. Untuk menjadi anggota Digicoop, masyarakat hanya perlu mengunjungi digicoop.id. Simpanan anggota pokok dan wajib totalnya Rp 1.300.000 sekali bayar per tahun.
Sekretaris Kemenkop dan UKM, Agus Muharram, menegaskan era koperasi digital bukan lagi mimpi, namun sudah menjadi kenyataan. "Hal ini menunjukkan koperasi mampu mengikuti tren perkembangan IT di mana saat ini mengarah ke era digital," ujar Agus Muharram.
Agus mengatakan Kemenkop dan UKM memberikan apresiasi kepada KDIM karena dalam usianya yang belum genap setahun, namun sudah mampu menghasilkan produk berbasis teknologi yang tak kalah dengan produk asing.
"Smartphone Digicoop ini saya harapkan dapat terus dikembangkan melalui pengembangan aplikasi lokal sehingga bisa jadi wadah bagi lembaga koperasi menjadi sarana pelatihan yang efektif dan efisien," kata Agus.
Hal itu mengingat saat ini penetrasi internet berdasarkan data APJII sudah mencapai 132,7 juta pengguna. Sementara, koperasi dan UKM yang sudah memanfatkan marketplace dan online shop melalui internet baru sebanyak 3,9 juta.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya