Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beli gabah petani, langkah Bulog gandeng TNI dipertanyakan

Beli gabah petani, langkah Bulog gandeng TNI dipertanyakan Ilustrasi Bulog. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mengkritik langkah Perum Bulog menggandeng tentara dalam pembelian gabah petani. Itu dinilainya menimbulkan ketakutan pada petani.

"Untuk apa Bulog menggandeng TNI? Saya merasa ini tidak masuk di akal. Karena efek psikologis di petani. petani takut di datangi Dandim, Babinsa, karena mereka diperankan supaya semua beras masuk ke Bulog," kata Said di Jakarta, Selasa (17/5).

Dia menambahkan, Bulog sejatinya tidak berhak memaksa petani menjual gabah hanya kepada perusahaan pelat merah tersebut. Petani berhak memilih calon pembeli gabah, termasuk tengkulak, berdasarkan tingkat keuntungan yang diterima.

Sebagai ilustrasi, Bulog menawar gabah basah petani seharga Rp 3.700 per kilogram. Sedangkan tengkulak sanggup membeli gabah petani seharga Rp 4 ribu per kilogram.

"Hari ini kalau jual ke tengkulak yang selisih Rp 1.500. Coba logikanya di mana? Orang mau untung kok tidak boleh? Sudah capek menanam, dia tidak boleh menjual dengan harga bagus?" Imbuhnya.

Jika ingin diprioritaskan sebagai pembeli gabah petani, menurut Said, Bulog harus menawar di atas harga tengkulak. Dengan begitu, petani bakal sukarela melepas gabahnya ke Bulog.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP