Bekraf: BI Fintech Office bantu iklankan produk startup di Indonesia
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) meresmikan Bank Indonesia Fintech Office sebagai wadah asessmen, mitigasi risiko, dan evaluasi atas model bisnis dan produk atau layanan dari Fintech, serta inisiator riset terkait kegiatan layanan keuangan berbasis teknologi.
Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan dibentuknya Fintech Office ini akan memberikan berbagai keuntungan bagi startup untuk mengembangkan usahanya di Indonesia. Terutama dalam mengembangkan 16 subsektor yang ada di bawah Bekraf, salah satunya mengenai aplikasi.
"Fintech ini dilakukan startup yang memiliki inovasi untuk memberikan solusi. Sehingga kami sangat bersyukur sebab Fintech Office mampu mengarahkan startup yang punya ide inovatif dan dipromosikan ke nasabah tertentu, di mana BI bisa mengendorse," kata Triawan di gedung BI, Jakarta, Senin (14/11).
Dia menjelaskan, kemampuan BI untuk mengiklankan produk startup ini dikarenakan Fintech Office dilengkapi pula dengan regulatory sandbox, agar pelaku fintech mendapatkan kesempatan untuk mematangkan konsep dan berkembang dengan sehat serta pada waktunya mampu menyediakan layanan finansial yang aman kepada masyarakat.
Selain itu, Fintech Office juga mampu memudahkan startup dalam sistem pembayaran mereka, baik saat melakukan transaksi jual beli maupun untuk mendapatkan material tertentu. Dia berharap, Fintech Office mampu mewujudkan target transaksi e-commerce di Indonesia mencapai USD 130 miliar hingga tahun 2020.
"Kami sangat dukung dan sangat ingin berpartisipasi sehingga tercipta sebuah ekosistem yang sangat memberikan suasana kondusif. Mudah-mudahan Bekraf bisa terbantu untuk mengakselerasi 16 subsektor ini," jelasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya