Bekraf ajak pengusaha manfaatkan skema modal ventura
Merdeka.com - Saat ini, pelaku ekonomi kreatif yang memanfaatkan skema modal ventura masih di bawah 1 persen atau sebesar 0,66 persen. Rata-rata mereka sebanyak 92,37 persen masih menggunakan modal sendiri, padahal skema modal ventura itu adalah skema pembiayan yang paling dekat dengan ekonomi kreatif yang mengandalkan ide-ide kreatif dan aset.
Demikian diungkap Direktur Akses Non Perbankan Badan Ekonomi Kreatif Sugeng Santoso saat bicara dalam kegiatan Roadshow sosialisasi kompetisi dan konferensi foodstartup Indonesia di Hotel Swiss Bel, Makassar, Jumat, (21/4).
"Kalau pelaku ekonomi kreatif dibebani agunan, misalkan mendapat pinjaman maka bulan depan mengangsurnya itu berat. Olehnya kita mengajak para pelaku usaha kreatif untuk memanfaatkan modal ventura," kata Sugeng.
Alasannya, kata Sugeng, masih minimnya jumlah pelaku usaha ekonomi kreatif yang memanfaatkan modal ventura, Sugeng mengungkapkan iklim usaha di Indonesia masih belum kondusif terhadap skema investasi yang sangat jauh berbeda dengan di luar sana seperti saham dan modal ventura.
Selain itu, alasan lainnya dikarenakan kurangnya sosialisasi mengenai dana atau modal ventura yang tonggaknya di akhir tahun setelah terbitnya peraturan Otoritas Jasa Keungan (OJK) Nomor 35 terkait modal ventura.
Terkait rendahnya jumlah pelaku ekonomi kreatif di Indonesia, Sugeng menambahkan, target awal sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) hingga tahun 2019 mendatang itu sebelumnya ditargetkan 12 juta kemudian dinaikkan menjadi 13 juta. Namun, hasil survey BPS dan Bekraf di 2015 lalu, ternyata jumlahnya sudah mencapai 15,9 juta orang artinya sudah jauh melebihi target.
"Olehnya kita akan melakukan revisi target yang tentunya akan jauh dari target sebelumnya," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya