BEI minta investor tak merusak dan bikin panik pasar modal
Merdeka.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan aksi jual kosong atau short selling yang dilakukan investor telah menekan laju indeks saham. Walaupun aksi tersebut diperbolehkan pada saat harga saham anjlok namun harus sesuai ketentuan yang berlaku di bursa saham Indonesia.
"Kalau seperti ini short selling ekonomi pada saat pasar susah. Sekarang malah jadi tertekan ke bawah," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (27/8).
Dalam keadaan saat ini, dia berharap semua pelaku pasar modal Indonesia tidak hanya mementingkan diri sendiri dengan mencari keuntungan saja. Sebab, aksi ini bakal menimbulkan kerusakan parah di pasar modal Indonesia.
"Kalau ketangkep saya akan berikan sanksi keras, fakta kalau tidak dibatasi ada 14.000 order, kena auto reject di batasan 10 persen ke bawah. Saya percaya kalau investor sabar tidak akan terjadi apa-apa, ini benar-benar ada pemain, kami terus melakukan pemantauan," kata dia.
Tito menegaskan, jika investor kedapatan melakukan jual kosong maka perdagangan emiten tersebut akan dihentikan. Selain itu, emiten tersebut tidak akan mendapatkan bantuan untuk kembali membuka perdagangan.
"Saya berani, kita punya cabang, kalau ingin bicara sama investor kita fasilitasi, kalau bikin rusak, saya akan setop, jangan short selling dan jangan hedge fund saat ini. Dia embat ini indeks turun ke bawah, ada ketakutan dan kepanikan, kita jalan-jalan saja. Psikologi yang kena, itu menakutkan. Jadi tolong agar indeks lebih baik lagi," jelas dia.
Tito menambahkan BEI butuh waktu lebih lama untuk membuktikan anggota bursa yang melakukan aksi jual kosong. Alasannya, investor yang dicurigai merupakan institusi yang sahamnya tersimpan di kustodian global.
"Kalau investor ritel kita bisa cek langsung, kalau ini kan investor institusi yang sahamnya di kustodian global, jadi kita butuh waktu, kita tidak bisa apa-apa," pungkas dia. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya