BEI masih pertanyakan kepemilikan BUMI di BRMS
Merdeka.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku masih mempertanyakan kepemilikan saham Bumi Resources (BUMI) di tubuh Bumi Resources Minerals (BRMS). BEI juga ingin mengetahui mekanisme pemegang saham di BRMS.
"Kami masih tanyakan yang benar yang mana dan di mana ada perbedaan. Kalau ada perbedaanya ya kami tanya. Saat ini saja, masih belum jelas juga sebenarnya," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen saat ditemui di Gedung BEI di Jakarta, Jumat (8/3).
Saat ini kepemilikan BUMI di BRMS dipertanyakan lantaran ada laporan dari Biro Administrasi Efek Sinartama Gunita. Per 22 Februari lalu, berdasarkan laporan tersebut, BUMI tercatat hanya memiliki 11,55 miliar lembar saham atau setara 45,19 persen saham BRMS.
Selain BUMI, Long Haul Indonesia juga tercatat memiliki saham 12,8 persen atau sekitar 3,27 miliar lembar. Sehingga pemilik saham BRMS di atas 5 persen sejumlah 57,99 persen. BUMI dinyatakan telah mengurangi kepemilikan sahamnya di BRMS secara bertahap sejak Maret 2012 lalu.
"Sisa kepemilikan BRMS berpindah ke siapa, itu yang kami tanyakan. Dari hal ini juga, ada dua kemungkinan dan yang tahu hanya kedua perusahaan itu," lanjut Hoesen.
Namun, Hoesen mengatakan bahwa ada kemungkinan tidak ada perubahan kepemilikan saham pengendali. Hal ini artinya sisa saham BRMS, baik itu melalui Long Haul Indonesia maupun yang lainnya, masih dimiliki Grup Bakrie.
Sementara, kemungkinan kedua yakni BUMI mengalihkan saham BRMS ke pihak lain. Artinya secara tidak langsung itu mengurangi aset BUMI. "Kemungkinan kedua ini yang kami tanyakan juga," jelasnya.
Sementara pihak BUMI masih mengelak bahwa ada pengurangan kepemilikan saham di BRMS. (mdk/rin)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya