BEI Catatkan Jumlah Transaksi Harian dan IPO Tertinggi se-ASEAN Sepanjang 2019
Merdeka.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hari ini, mencatat pendapatan maupun pengembangan investor mengalami peningkatan yang baik meskipun pandemi Corona masih belum mereda. Pada 2019, total jumlah investor di Pasar Modal Indonesia mencapai 2,48 juta, atau mengalami pertumbuhan sebesar 53 persen dari tahun 2018 sebanyak 1,6 juta.
"Sampai dengan Mei 2020, jumlah investor Pasar Modal Indonesia mencapai 2,81 juta, dengan investor saham mencapai angka 1,19 juta investor," ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6).
Dari segi perdagangan, BEI berhasil menjadi bursa yang mencapai jumlah frekuensi transaksi harian saham tertinggi di kawasan ASEAN. Rata-rata transaksi harian BEI mencapai 469.000 transaksi per hari, lebih unggul dari Thailand yaitu 308.000 transaksi per hari.
Kemudian, dari segi perusahaan tercatat, BEI berhasil memfasilitasi 76 pencatatan efek baru di tahun 2019 yang terdiri dari 55 Perusahaan Tercatat, atau merupakan angka pencatatan tertinggi di ASEAN. Kemudian diikuti pencatatan 14 Exchange Traded Fund (ETF), 2 Efek Beragun Aset (EBA), 2 Perusahaan Penerbit Obligasi Baru, 2 Dana Investasi Real Estat (DIRE) dan 1 Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).
Kinerja 2019
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDari segi pendapatan, pada 2019, BEI telah berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,56 triliun atau meningkat 12,4 persen dari pendapatan usaha di tahun 2018 yakni Rp1,38 triliun. Secara keseluruhan jumlah total pendapatan perusahaan mencapai Rp1,91 triliun atau meningkat 16,2 persen dari tahun 2018 yakni Rp1,64 triliun. Namun demikian, jumlah beban perusahaan naik 5,3 persen menjadi Rp1,33 triliun.
Meski terdapat kenaikan beban, perusahaan tetap berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp445 miliar di tahun 2019 atau tumbuh 67,4 persen.
Lalu dari segi aset, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp7,20 triliun atau mengalami kenaikan 5,8 persen dari tahun 2018. Pun, total ekuitas perusahaan tercatat mencapai Rp4,45 triliun atau mengalami kenaikan 14,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Total kewajiban liabilitas perusahaan ialah sebesar Rp2,75 triliun atau turun 5,8 persen dengan komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi bursa," ujarnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya