Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beda sikap dan pemikiran antara orang kaya dan kelas menengah

Beda sikap dan pemikiran antara orang kaya dan kelas menengah ilustrasi orang kaya. shutterstock.com

Merdeka.com - Menjadi kaya dan hidup bergelimang harta adalah impian semua orang. Namun tidak semua bisa berhasil mencapainya, banyak terjebak dalam kelas menengah di mana perekonomiannya tidak kunjung naik. Mereka ini hidup pas-pasan tidak kekurangan namun juga tidak punya uang berlebih.

Menurut data Forbes, total harta 400 orang kaya di Amerika sama dengan total harta 150.000 masyarakat kelas bawah. Di antara itu, ada masyarakat kelas menengah. Mereka tidak kaya namun juga tidak miskin.

Masih menurut data Forbes, beberapa dekade terakhir, kelas menengah dunia cenderung bergerak. Ada yang menjadi kaya dan ada yang menjadi miskin. Ini adalah jalan yang harus dipilih masyarakat kelas menengah tersebut. Jika Anda ingin menjadi orang kaya, Anda harus berpikir seperti orang kaya.

Berikut perbedaan cara hidup, sikap dan berpikir orang kaya dengan kelas menengah yang dilansir merdeka.com dari situs lifehack.org:

Kelas menengah hidup nyaman, orang kaya tidak

hidup nyaman orang kaya tidak rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

"Bersedialah untuk menjadi tidak nyaman. Anda harus nyaman dengan ketidaknyamanan. Mungkin sulit, tapi itu harga yang kecil untuk membayar mimpi Anda," ucap Peter McWilliams.

"Dalam berinvestasi, hal yang nyaman jarang menguntungkan," kutipan Robert Arnott.

Masyarakat kelas menengah berpikir sangat nyaman dan bahagia ketika sudah bekerja dengan posisi yang aman. Mereka merasa senang walaupun bekerja untuk orang lain. Namun, lain halnya dengan pemikiran orang kaya. Orang kaya akan menempatkan diri mereka dalam situasi tidak nyaman. Mereka akan memulai bisnis dengan mengambil risiko.

Risiko dapat menjadi tidak nyaman, tetapi sedikit risiko adalah apa yang diperlukan untuk menciptakan kekayaan dan mencapai hasil yang lebih unggul.

Untuk menjadi kaya, segera melangkah dan keluar dari zona nyaman. Anda setidaknya harus memiliki rasa tidak nyaman dan bahkan Anda harus gagal dan itu bagus. Karena jika Anda tidak gagal maka Anda tidak akan melakukan banyak hal.

Kelas menengah cenderung hidup di atas kemampuan

cenderung hidup di atas kemampuan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Orang kaya tidak menghabiskan uang mereka untuk membeli suatu yang tidak perlu. Mereka menghabiskan uang untuk memperbanyak aset. Orang kaya hidup di bawah kemampuan mereka. Hal ini berbeda dengan kelas menengah yang kebanyakan hidup di atas kemampuan mereka.

Menurut penelitian The Millionaire Next Door, rata rata orang kaya menggunakan kendaraan berumur beberapa tahun dan mereka tidak membeli yang baru. Bahkan walaupun mereka punya uang untuk membeli mobil mewah, mereka tidak akan membelinya.

Ingat, jika Anda mendapatkan USD 1 juta per tahun dan Anda menghabiskan USD 1 juta per tahun, Anda tidak akan jadi orang kaya.

Kelas menengah sibuk mencari karir

sibuk mencari karir rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kelas menengah cenderung bekerja untuk orang lain. Mereka cukup bangga memiliki pekerjaan dan karir yang nyaman. Kelas menengah enggan bergerak memulai sebuah usaha. Mereka lebih memilih bekerja untuk orang lain.

Namun demikian, orang kaya cenderung memiliki bisnis sendiri. Mereka mempunyai tangga perusahaan tempat kelas menengah mengejar karir tersebut.

Orang kaya memahami bahwa mereka membutuhkan lebih banyak orang untuk bekerja agar kekayaannya terus bertambah. Orang kaya memahami pendapatan pasif.

Kelas menengah bekerja untuk uang, orang kaya untuk belajar

bekerja untuk uang orang kaya untuk belajar rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Masyarakat kelas menengah sangat mudah dibujuk untuk berpindah pekerjaan. Kelas menengah akan tergiur dengan gaji yang lebih tinggi. Namun, orang kaya memahami kerja bukan tentang uang, terutama pada tahun tahun awal. Mereka berpendapat, bekerja untuk mengembangkan keterampilan dan sifat untuk menjadi kaya.

Itu mungkin yang membuat banyaknya orang kaya bekerja di bidang penjualan untuk lebih memahami dunia penjualan. Mungkin juga mereka bekerja di bank untuk lebih memahami akuntansi.

Jika Anda ingin menjadi kaya, Anda harus bekerja untuk mempelajari keterampilan menjadi kaya.

Kelas menengah punya banyak barang, orang kaya punya uang

punya banyak barang orang kaya punya uang rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

"Terlalu banyak orang yang menghabiskan uang untuk membeli hal hal yang mereka sebenarnya tidak butuhkan. Mereka membeli hanya untuk mengesankan orang yang mereka tidak suka," kutipan WIll Rogers.

Kebanyakan masyarakat kelas menengah menghabiskan uang mereka untuk membeli rumah dan mobil. Namun, orang kaya memahami arti uang. Bagi mereka, Anda harus menginginkan uang dari pada membeli barang.

Berhenti membeli barang dan fokus untuk menjaga dan menyimpan serta menginvestasikan uang yang Anda peroleh. Jika Anda orang suka belanja, maka belanja barang yang bisa dijadikan aset.

Kelas menengah fokus menabung, orang kaya lebih produktif

fokus menabung orang kaya lebih produktif rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

"Aset terbesar Anda adalah kemampuan dalam menghasilkan, dan sumber daya terbesar Anda adalah waktu," kutipan Tracy Brian.

Menabung dan menyimpan uang memang penting. Namun, investasi jauh lebih penting. Anda harus memahami perlunya menabung dan berinvestasi. Orang kaya memahami hal ini dan mereka bekerja untuk menciptakan lebih banyak jalan untuk menghasilkan uang.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP