Beda harga, pencurian BBM subsidi masih akan marak
Merdeka.com - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskeppi) menilai adanya disparitas harga yang tinggi antara bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan BBM non subsidi menimbulkan penyelundupan minyak. Para penegak hukum dan PT Pertamina diminta untuk menindak tegas para pelaku pencurian BBM.
"Selama masih ada disparitas yang antara harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan harga BBM non subsidi, serta mahalnya harga minyak dunia, maka pemerintah akan selalu berhadapan dengan para penyelundup BBM dan memancing pencurian minyak," ujar Direktur Eksekutif Puskeppi Sofyano Zakaria kepada merdeka.com di Jakarta Senin (4/2).
Polisi dan Pertamina harus mengawasi secara ketat agar pencurian minyak tidak lagi terjadi. Pencurian ini merugikan Pertamina yang menjadi pemasok BBM terbesar di Indonesia.
Pertamina harus membuat sistem pengaman dan pengawasan yang canggih agar tidak dirugikan pihak yang mencari keuntungan besar dengan mencuri minyak.
Sebelumnya, pemerintah dan DPR telah menyetujui kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada tahun depan sebanyak 46 juta kilo liter. Tetapi, kuota tersebut diperkirakan akan jebol lagi karena konsumsi BBM tahun depan hanya akan bertambah 800.000 kiloliter dibandingkan konsumsi tahun ini. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya