Beda cara Jokowi dan Najib Razak selamatkan ekonomi
Merdeka.com - Perekonomian global dilanda ketidakpastian dengan melemahnya ekonomi China. Kondisi diperparah dengan ketidakpastian bank sentral Amerika dalam menaikkan suku bunga acuan. Akibatnya, dolar Amerika (USD) menguat terhadap sejumlah mata uang negara lain, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Demi memperkuat ekspor, China belum lama ini mengeluarkan kebijakan menggegerkan yaitu sengaja mendevaluasi Yuan. Kebijakan China ini menempatkan Indonesia dan Malaysia dalam masalah besar.
Mata uang negara-negara ketiga yang mempunyai kompetensi pasar ekspor yang sama dengan China (Thailand dan Korea) dan juga negara yang mayoritas mempunyai porsi ekspor ke China (Taiwan, Korea dan Malaysia) mengalami tekanan nilai tukar akibat kebijakan China.
Akibatnya, Ringgit Malaysia dan Rupiah anjlok parah bahkan hingga saat ini. Dilansir dari Straits Times, penurunan nilai tukar mata uang Asia dipimpin oleh Malaysia.
JPMorgan Asia Dollar Index melacak pergerakan 10 mata uang sepanjang Agustus 2015, termasuk Yen yang melemah 2,6 persen terhadap USD. Ini merupakan penurunan bulanan terbesar sejak 2012.
Ringgit Malaysia anjlok paling parah. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya