BCA Finance mulai hitung jumlah kredit kendaraan terdampak gempa Palu
Merdeka.com - Bencana gempa dan tsunami telah melumpuhkan kota Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah. Tidak hanya bangunan, namun juga perekonomian di daerah tersebut ikut lumpuh.
Direktur BCA Finance, Petrus Karim menyebut bahwa saat ini pihaknya tengah menghitung jumlah kendaraan bermotor di Palu yang dikreditkan melalui BCA Finance.
"Kita masih menginventarisir, setahu saya sih gak terlalu besar karena kita cabang di sana juga gak besar sih hanya ada satu cabang di Palu ya, quantitynya gak banyak," kata Petrus saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (11/10).
Dia berharap nasabah BCA Finance tidak ada yang menjadi korban. "Diharapkan sih tidak terlalu banyak korban yang ada dari nasabah kita sehingga bisa kita handle dengan baik, tapi angkanya kita belum bisa sebut karena masih dicari masih dikalkulasi," ujarnya.
Dia mengungkapkan, penghitungan mengalami kendala sebab tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh bencana cukup parah. "Ada kesulitan mungkin karena apalagi katanya ada yang ditelan hilang begitu bukan cuma orangnya, mobilnya juga hilang begitu ya, ya kita mau liat datanya dicompare dengan realitanya seperti apa," ujarnya.
Dia memprediksi angka kredit di Palu tidak terlalu besar. Dari total angka nasional sebesar Rp 47 triliun, kredit kendaraan di Palu hanya mendapat porsi kecil. "Kecil sekali harusnya karena kami sudah mengelola lebih dari Rp 40 triliun, Rp 47 Triliun kalau gak salah secara nasional, jadi yang di sana hanya ratusan miliar, kecil sekali," ungkapnya.
Oleh sebab itu, BCA Finance belum mengeluarkan kebijakan penundaan kredit di Palu sebab kantor cabang yang berada di sana masih belum beroperasi. "Belum ada penundaan nih, belum ada laporan karena cabang kita juga belum buka cabang kita di sana belum bisa buka, operasional belum bisa jalan," ungkapnya.
Dia berharap kantor cabang bisa segera beroperasi. Namun hal tersebut harus menunggu kesiapan karyawan yang menjadi korban di Palu.
"Kalau ditanya kapan bisa jalan di Palu kita sih maunya segera, listrik sih sudah jalan tapi kan karyawan kita masih banyak yang perlu benahi kehidupannya masing-masing ya kita juga mengerti situasinya manusiawi sekali ya jadi kita masih kasih waktu lah untuk ada yang bisa jalanin operasional kalau bisa jalan, tapi kehidupan personalnya mesti beres juga kan ya kalau gak nanti gak manusiawi," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya