Batal akuisisi, AirAsia ajak Batavia Air kerja sama operasional
Merdeka.com - Batalnya rencana AirAsia mengakuisisi Batavia Air tidak serta merta membuat maskapai penerbangan asal Malaysia tersebut memutus kerja sama dengan Batavia Air. CEO AirAsia Tony Fernandes mengatakan, pasar Indonesia yang sangat potensial tidak mungkin ditinggalkan oleh AirAsia.
Pihaknya tetap menggandeng Batavia Air untuk menggarap besarnya potensi pasar penerbangan Indonesia melalui format lain di luar akuisisi."Tetap melanjutkan kerja sama dengan Batavia Air," ungkap Tony melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (15/10).
Managing Director Batavia Air Alice Tansari melihat, semua pihak telah bekerja keras mewujudkan rencana akuisisi. Namun, pihaknya tidak menyayangkan batalnya rencana tersebut.
Menurutnya, yang paling utama untuk kedua maskapai penerbangan adalah terus menyediakan layanan dan pilihan yang terbaik untuk para pengguna jasa transportasi udara di Indonesia.
"Perjanjian kerja sama kami (yang baru) akan mendukung hal tersebut," kata Alice. Perjanjian baru antara dua belah pihak telah disusun ulang. Kerjasama ini lebih memfokuskan pada kerja sama di dalam penanganan operasional darat, distribusi, dan sistem inventaris.
Tidak hanya itu, ada pula kerja sama untuk pelatihan penerbangan dalam ruang kelas, fixed-wing, serta fasilitas pelatihan simulasi untuk membantu meningkatkan kemampuan para pilot di Indonesia yang akan segera diluncurkan oleh Batavia Air dan AirAsia Indonesia.
"Perjanjian kerja sama baru ini diharapkan akan dapat memberikan kontribusi dan manfaat pada usaha AirAsia Indonesia dan Batavia seperti yang diharapkan dari rencana akuisisi Grup Metro Batavia oleh AirAsia dan Fersindo sebelumnya," jelasnya.
Alice mengklaim, kedua belah pihak telah berkomitmen agar kolaborasi yang baru ini berjalan sesuai dengan peraturan persaingan usaha yang berlaku.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya