Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Baru dilantik jadi mendag, Lutfi dipusingkan harga cabe

Baru dilantik jadi mendag, Lutfi dipusingkan harga cabe Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan istrinya, Bianca Adinegoro, saat serah terima jabatan di Jakarta. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Baru mulai efektif menjabat Menteri Perdagangan, hari ini, Jumat (14/2), Muhammad Lutfi langsung medapat laporan permasalahan terkini dalam sektor perdagangan dalam negeri. Yaitu hambatan pasokan cabe, alhasil, harga di beberapa wilayah melonjak. 

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ini menyatakan bakal serius menangani urusan cabe ini. Apalagi, hambatan tersebut karena ada beberapa bencana, termasuk letusan Gunung Sinabung dan Gunung Kelud kemarin yang mempengaruhi sentra hortikultura.

"Belum selesai serah terima, Pak Sekretaris Jenderal Gunaryo sudah bilang, permasalahan cabe menjadi permasalahan di depan mata setelah gunung meletus," ujarnya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (14/2).

Menurutnya gunung meletus dan banjir turut berpengaruh. Rangkaian persoalan alam tersebut mengganggu ketersediaan pangan dan pengamanan jalur distribusi. Tapi mantan Kepala BKPM dan pengurus HIPMI Jaya ini yakin bisa menjalankan tugasnya menjaga stabilitas harga pangan.

"Menjadi troubleshooter atau menyelesaikan masalah, menjadi akselerator atau percepatan penyelesaian masalah, dan komunikator yaitu koordinasi antar instansi di Kemendag dan di luar Kemendag," kata Lutfi saat memaparkan visinya buat 9 bulan ke depan.

Di Jawa maupun luar Jawa, harga cabe dilaporkan meningkat di kisaran 30-40 persen. Harga normal biasanya Rp 15.000 per kilo untuk jenis cabe merah keriting, tapi pekan lalu, sudah melonjak ke kisaran Rp 28.000-30.000 per kilo.

Tren penaikan produk hortikultura itu kerap dipengaruhi kondisi alam. Tak lama setelah banjir, pasar-pasar di Jakarta melaporkan harga cabe merah keriting menembus Rp 60.000 per kilo. Pasokan tak rutin, sehingga pedagang pilih mengerek harga jual.

Untuk pasaran Jabodetabek, kenaikan harga cabe dipengaruhi gagal panen di Cirebon, Jawa Barat. Hujan deras sejak bulan lalu membuat banyak tanaman cabe membusuk. Produksi di Kecamatan Plered sebagai salah satu sentra bahan pangan pedas ini anjlok hingga 75 persen. Itu belum termasuk hambatan distribusi karena jalan rusak di jalur Pantai Utara Jawa.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP