Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Baru Citilink yang siap terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma

Baru Citilink yang siap terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma citilink airbus 320. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Siang tadi, Wakil Presiden (Wapres) Boediono meninjau kesiapan Bandara Halim Perdanakusuma yang akan beralih staus sebagai bandara komersil terhitung mulai 10 Januari 2014. Wapres memimpin rapat bersama PT. Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Kasal TNI AU dan Deputi Ekonomi Wapres.

Dari hasil rapat diputuskan, operasional Bandara Halim Perdanakusuma sebagai bandara komersial sesuai rencana awal. Untuk sementara, baru satu maskapai penerbangan komersial yang akan terbang dari Bandara Halim yakni Citilink. Dari beberapa maskapai, hanya Citilink yang paling siap untuk terbang dari Bandara Halim.

"Pada hasil kunjungan Wapres bersama Dirjen Udara, pak Kasal TNI AU, saya, Deputi ekonomi Wapres pada tanggal 10 nanti Halim siap dioperasikan untuk satu maskapai saja, yakni Citilink. Citilink sudah melakukan konfirmasi mereka siap," ujar Dirut PT. Angkasa Pura II saat dihubungi wartawan, Jakarta, Selasa (7/1).

Untuk rute Citilink berencana membuka penerbangan dari Bandara Halim dengan tujuan Semarang, Yogyakarta dan Malang. Pada Februari dan Maret, menyusul dua maskapai lain yakni Garuda Indonesia dan Indonesia Air Asia.

"Nantinya ada tiga penebangan per jam datang dan pergi. Enam penerbangan. Untuk jam dua belas sampai enam sore datang dan pergi empat penerbangan jam enam sampai sepuluh malam," jelasnya.

Pengelola Angkasa Pura II juga harus berkoordinasi intensif dengan TNI AU yang menggunakan bandara ini untuk latihan. Untuk itu, Angkasa Pura juga diberi tugas melakukan sosialisasi sekaligus memberi pemahaman kepada penumpang jika terjadi keterlambatan penerbangan karena bandara dipakai latihan TNI.

Mengenai akses jalan dari dan menuju bandara, telah disediakan bus Damri dan taksi. Koordinasi dengan Dishub DKI belum menyeluruh dengan alasan masih dalam tahap uji coba. "Kan ini baru satu maskapai saja yang melakukan penerbangan jadi ini uji coba bagaimana trafficnya," katanya.

Tri menuturkan, evaluasi penggunaan Bandara Halim untuk penerbangan komersial dilakukan selama 1-2 bulan. Selama melakukan uji coba di Halim, Angkasa Pura II tetap melakukan optimalisasi bandara Soekarno-Hatta untuk antisipasi kepadatan.

"Optimalisasinya dengan melakukan sinergis sistem airlines dan navigasi. Penataan air traffic sistem," katanya.

Untuk besaran airport tax yang akan dibebankan ke penumpang, Tri menyebut akan mengenakan tarif yang sama dengan yang diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta. Namun tidak menutup kemungkinan airport tax Bandara Halim lebih mahal dari yang diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta.

"Belum nanya ini masih sedang dibahas. Mungkin masih menggunakan tarif lama. Lebih sedikit lah lebih mahal sedikit, tapi sama seperti nya. Belum itu," jelasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP