Baru 10 Persen Sopir Truk yang Disuntik Vaksin
Merdeka.com - Melakukan vaksinasi bagi para pengemudi angkutan barang atau sopir truk bukan perkara mudah. Sebab tidak sedikit dari mereka yang tidak percaya dengan keberhasilan vaksin mencegah terpapar Covid-19.
Bahkan Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Truk, Kyatmaja Lookman menyebut baru sekitar 10 persen sopir-sopir truk yang telah divaksin. Hal ini tidak terlepas dari edukasi soal vaksin dan sulitnya memobilisasi para raja jalanan ini.
"Vaksinasi di kalangan sopir truk paling baru 10 persen sebab memobilisasi mereka ini sulit," kata Kyatmaja saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (7/7).
Kyatmaja menilai informasi manfaat vaksin yang tidak menyeluruh membuat para sopir truk ini enggan divaksin. Informasi hoaks yang berseliweran membuat mereka ogah divaksin. Apalagi ada berita orang meninggal setelah vaksinasi kian menjadi preseden buruk. Sehingga perlu upaya lebih keras untuk membujuk para sopir truk agar mau divaksin.
"Terus beberapa waktu lalu juga ada kejadian banyak meninggal karena vaksin, banyak dari mereka bilang yang divaksin aja masih bisa meninggal," kata dia.
Selain itu, masalah waktu dan tempat pelaksanaan juga menjadi tantangan lainnya. Para sopir truk ini kata Kyatmaja umumnya hidup secara nomaden alias berpindah-pindah. Sebab perjalanan sopir truk jarak jauh membutuhkan waktu berhari-hari. Sehingga membuat para supir beristirahat di tempat berbeda-beda.
"Masalah kendala tempat, ruang dan waktu ini juga jadi kendala sekaligus menurunkan minat mereka untuk vaksin," katanya.
Para sopir truk jarak jauh ini berbeda dengan pekerja kantoran biasanya. Sehingga proses vaksin untuk sopir truk membutuhkan upaya lebih serius dan lebih fokus lagi.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya