Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bappenas: Utang Rp 15 T dari ADB langsung ke BUMN, bunga rendah

Bappenas: Utang Rp 15 T dari ADB langsung ke BUMN, bunga rendah Utang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menambah porsi pinjaman atau utang untuk Indonesia di tahun ini. Pada periode 2014, ADB hanya memberikan pinjaman sekitar USD 550 juta kepada Indonesia. Presiden ADB Takehiko Nakao menyebut, untuk tahun ini pihaknya bakal mengucurkan pinjaman hingga USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 15 triliun.

Pemerintah mengapresiasi tambahan porsi utang dari ADB untuk Indonesia. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan, ADB melihat Indonesia sebagai negara dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang bagus. Karena alasan itu, ADB memiliki komitmen kerja sama dengan pemerintah dan BUMN.

Dia tidak khawatir dengan utang dari ADB mengingat bunga utang yang diberikan relatif rendah. "ADB optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia bagus, prospek ekonomi global juga bagus. Ada komitmen ADB berikan pinjaman langsung ke BUMN dengan fasilitas mudah dan murah. Bukan pinjaman seperti APBD. Misalnya BUMN bangun apa, pakai pinjaman ADB dengan bunga rendah," tutur Andrinof di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/1).

Andrinof menegaskan, yang membedakan kali ini, pinjaman ADB langsung mengarah ke BUMN tanpa harus melalui pemerintah. Dana itu akan digunakan untuk sektor yang jadi fokus pemerintah yakni maritim, pangan dan perhubungan.

"(Pemerintah) Tidak usah jembatan lagi, kalau sudah dari ADB ke BUMN. Pemerintah sampaikan ide itu supaya bisa dibantu BUMN-BUMN yang ikut dalam infrastruktur. Nanti akan ada pertemuan lagi di Bappenas, yang terkait bahasan yang agak detil," tutur Andrinof. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP