Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bappenas bentuk tim khusus tangani masalah irigasi

Bappenas bentuk tim khusus tangani masalah irigasi Sofyan Djalil. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bakal membentuk tim khusus untuk menangani sistem irigasi di Indonesia. Sebab, aliran sungai yang menjadi prioritas irigasi pemerintah dalam kondisi kritis saat ini.

"Besok rapat kabinet kita koordinasi untuk pendekatan penanganan irigasi yang holistik, integratif, dan parsial. Itu program yang mau dikerjakan Bappenas juga sekarang," ujar Menteri PP/Bappenas Sofyan Djalil di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/4).

Dalam program irigasi terdapat beberapa waduk yang masih kekurangan air, karena jumlah air yang berhasil ditampung di waduk hanya 52 meter kubik per hektar. Angka ini lebih rendah dari Thailand yang mampu menampung 100-1.000 meter kubik per hektar, dan Amerika sebesar 4.000 meter kubik per hektar.

"Jadi RKP (Rencana Kerja Pemerintah) 2017 berbeda sama sekali dengan sebelumnya. Jadi tidak ada lagi, waduk ada tapi saluran primer tidak ada. Sawah ada, irigasi tidak ada. Irigasi ada, premier sekunder tidak ada," kata dia.

Dengan demikian, pemerintah berupaya untuk mengumpulkan data lahan pertanian, luasan yang teririgasi, dan menjaga daerah aliran sungai tetap baik agar volume air di waduk terjaga. Sehingga umur teknis waduk tidak berkurang akibat sedimentasi.

Selain itu, dengan adanya pembangunan 65 waduk baru termasuk waduk besar dan kecil, akan menambah jumlah tampungan air di waduk hingga dua kali lipat.

"Kita ingin program pemerintah berdasarkan data yang lengkap dari semua kementerian," pungkas Sofyan. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP