Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak PLTU dan Batu Bara, Indonesia Mustahil Capai Karbon Netral di 2060?

Banyak PLTU dan Batu Bara, Indonesia Mustahil Capai Karbon Netral di 2060? Menkeu Sri Mulyani. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu bara menjadi penyumbang utama gas rumah kaca dari sektor energi. Sehingga untuk mencapai target karbon netral (net zero emission/NDC) perlu ada penanganan khusus terkait aktivitas PLTU Batu bara.

"Membayangkan net zero, tidak mungkin tanpa mengatasi masalah pembangkit listrik batu bara ini," kata Sri Mulyani dalam Southeast Asia Development Symposium (SEADS) 2023: Imaging a Net Zero ASEAN, di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Kamis (30/3).

Hal ini sejalan dengan data yang dikeluarkan Badan Energi Internasional, pembangkit listrik batu bara menyumbang sekitar 38 persen dari emisi CO2 global dari energi pada tahun 2019.

Namun faktanya, semua negara untuk berkembang dan maju membutuhkan energi. Semua negara sebenarnya masih mengandalkan bahan bakar fosil, termasuk batu bara, masih menjadi tantangan.

"Namun negara kita sebenarnya masih mengandalkan bahan bakar fosil, termasuk batu bara yang menjadi tantangannya," kata dia.

Tak hanya itu, tantangan di Indonesia menjadi semakin besar karena menjadi produsen batu bara terbesar di dunia. Selain itu, jumlah PLTU batu bara juga meningkat lebih dari 60 persen dari total bauran energi di Tanah Air.

"Di Indonesia, tantangannya lebih besar lagi karena kita termasuk produsen batu bara terbesar," katanya.

Sehingga untuk kita dapat mencapai karbon netral lebih awal dari 2060 sangat sulit jika tidak menyelesaikan masalah PLTU batu bara.

"Tidak mungkin (tercapai) tanpa mengatasi masalah pembangkit listrik tenaga batu bara ini," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP